Profil

Tentang Saya

Fiky Aisha merupakan fashion designer yang berasal dari madura. Dia lulusan santri dari salah satu pondok pesantren di Madura. Untuk hobinya sendiri yaitu penulis, ia sering sering sekali menulis sebuah novel dan artikel-artikel. Setelah lulus dari pondok pesantren ia ingin belajar sesuatu yang baru, yaitu belajar menjahit. Akhirnya dia mengikuti kursus menjahit dan lama-lama ia sangat menyukai hal barunya ini. Fiky memutuskan untuk masuk sekolah fashion pada tahun 2015 di Arfa Shcool yang berada di jl HR Muhammad.

Karir

Fiky memulai karyanya dengan membuat sepatu untuk bayi pada tahun 2013, lalu Fiky mengembangkan lagi dan membuat baju anak-anak. Pada tahun 2014 Fiky mengikuti sebuah pameran tematik, Dia menampilkan karyanya yang berbahan kain batik, saat itu Fiky hanya membuat karya untuk anak-anak belum beranjak ke pakaian dewasa.

 

Setelah itu Fiky memutuskan untuk mengikuti acara fashion designer di Malang. “Malang Fashion Movement” adalah suatu ajang untuk pameran baju anak-anak. Selanjutnya Fiky mengikuti mengikuti event pameran yang ada di Surabaya yaitu di Tunjungan Plaza 3 Surabaya “Sunmary Fashion” di ajang ini Fiky mulai menampilkan karya desainnya baju untuk kalangan dewasa, tetapi Dia tidak lupa juga menampilkan fashion baju untuk anak-anak.

 

Fiky tergabung dalam sebuah komunitas, yaitu Komunitas Model Imut (KMI) Pakuwon, Surabaya. Di sana Fiky belajar dan sharing tentang ilmu fashion designer dan juga ingin mengembangkan bakat dan potensi Fiky untuk menjadi fashion designer yang benar-benar diakui dunia.

 

Alasan Fiky memulai membuat karya fashion desain menggunakan kain batik Madura. Fiky menggunakan batik Tanjung Bumi karena Dia menyukai kain batik. Menurut Fiky kain batik memiliki potensial yang bagus untuk membuat karya-karya yang menarik dan diminati semua orang. Pada tahun 2013 di Madura sendiri batik kurang diminati oleh masyarakat dan masih jarang ada pengerajin batik, dan Fiky ingin membuat karya-karya fashion yang berbeda dengan yang lain, alhasil apa yang dia buat membuat Fiky dikenal oleh seluruh masyarakat dengan karya-karya fashionnya yang bagus dan menarik.

Cerita

Berikut ini adalah teknik pewarnaan pada batik Tanjung Bumi. Batik ini disebut dengan batik Gentongan. kenapa??, karena pada proses pewarnaan batik gentongan ini sebelum dilukis dengan lilin, kain batik ini direndam dalam sebuah gentong. lalu setelah itu baru di lukis dengan lilin. Pada pewarnaannya juga menggunakan media gentong agar memberikan kualitas batik yang bagus. Batik tulis gentongan sudah di akui kualitas warnanya tidak pernah pudar atau hilang.

Membatik adalah sebuah tradisi yang wajib di lestarikan sebagai warisan budaya yang merupakan ciri khas bangsa Indonesia. Batik yang sering kita jumpai yaitu batik tulis. Teknik pembuatan batik tulis sama halnya dengan menulis, tetapi ini menulis di atas kain. Batik tulis yang saya gunkan adalah batik tulis Tanjung Bumi yang berasal dari Madura.

 

 

 

 

Kain batik tulis gentongan ini sudah berusia hingga 100 tahun. Kain batk yang berwarna putih biru (kiri) itu merupakan bukti bahwa tradisi batik tulis gentongan masih di lestarikan dengan mewariskan secara turun temurun hingga 100 tahun lamanya. Kain batik berwarna coklat (kanan) merupakan kain batik berusia hingga 50 tahun. Warna dari kain batik tulis gentongan tidak pernah pudar.

Batik tulis gentongan khas tanjung bumi ini juga sangat terkenal dan tidak kalah juga dengan batik tulis daerah lainnya. Yang unik dari batik tulis gentongan ini tidak hanya terletak pada proses pewarnaannya saja, tetapi ada hal lain yang membuat batik tulis gentongan ini terkenal, yaitu batik ini memiliki banyak kain batik yang berusia hingga 100 tahun dan sudah diwariskan turun temurun dan masih dilakukan tradisi ini.

 

 

 

 

Event

Malang Fashion Movement

Menjadi salah satu peserta dalam sebuah pameran merupakan hal yang sangat membanggakan. Dengan adanya acara ini bisa membuat baju yang telah dirancang dikenal banyak orang.
Terimakasih bagi semua yang telah mendukung dan mensupport acara ini. Terimakasih kepada kedua orang tua yang tidak pernah lelah memberikan semangat. Semoga tahun ini bisa kembali ikut berpartisipasi di acara besar Fashion tahunan di daerah-daerah lainnya.

Surabaya Fashion Parade 2018

Ketika dipilih menjadi salah satu peserta dalam acara tersebut, hal itu membuat sangat bahagia dan cukup terharu. Satu kata yang menggambarkan perasaan saat ini, adalah lega. 
Dalam pameran ini masyarakat yang menonton sangat bahagia dan dapat menginspirasinya. Terima kasih kepada orang tua yang sudah memberi suport dan semangat agar dapat memberikan penampilan yang terbaik.

Cuputra World Fashion Week 2018

Peserta pameran tersebut sangat beruntung dan bahagia, begitu juga dengan kerabat dan rekan lainnya. Dan setelah itu peserta mendapatkan banyak pengalaman sekaligus pujian dari banyak orang. Semoga dalam pameran ini masyarakat dapat terinspirasi oleh peserta pameran Surabaya fashion. Terima kasih untuk dukungan yang telah memberikan support dan semangat.